Senin, 16 Mei 2011

Linux Booting Process

PC BOOT DAN LINUX INIT PROCESS

Pada praktikum ini membahas PC boot process dan inisialisasi sistem operasi

Linux pada aplikasi background (daemons/service).

1. BIOS : Basic Input/Output System adalah antar muka level terendah antara

komputer dan peripheral. Bios melakukan pemeriksaan pada memori dan mencari

instruksi pada Master Boot Record (MBR) pada floppy atau hard drive.

2. MBR menunjuk ke boot loader (LILO : Linux boot loader)

3. LILO akan menanyakan label sistem operasi yang akan mengidentifikasi kernel yang

dijalankan. Kernel akan menjalankan sistem operasi Linux.

4. Yang pertama kali dikerjakan oleh kernel adalah menjalankan program init. Init adalah

root/parent dari semua proses yang dijalankan pada Linux

5. Proses per tama yang memulai init adalah skrip /etc/rc.d/rc/sysinit.

LINUX INIT PROCESS

Proses init adalah langkah terakhir pada prosedur boot dan diidentifikasi sebagai process ide “1”. Init bertanggung- jawab untuk memulai proses sistem seperti yang ditentukan pada file /etc/inittab. Init biasanya memulai getty yang menunggu layar login yang menandakan proses shell seorang user. Pada saat shutdown, init mengontrol urutan dan proses untu shutdown. Proses init tidak pernah shut down. Proses init merupakan proses user dan bukan proses sistem kernel meskipun dijalankan sebagai root.

PROSEDUR BOOT

Linux mempunyai 6 state operasi dimana “0 adalah shutdown state dan “3” keatas adalah operasional penuh dengan semua proses yang esensial dijalankan untuk interaksi user. Berdasarkan sistem boot, Linux sistem akan melakukan :

Mengeksekusi program /sbin/init yang memulai semua proses -proses lain. Program ini akan diberikan ke mesin oleh proses awal yang didefinisikan pada file

/etc/inittab

Komputer akan di-booting ke runlevel yang didefinisikan oleh baris initdefault

pada file /etc/inittab.

id:5:initdefault:

Pada contoh diatas, runlevel ”5 dipilih. Runlevel “5 akan melakukan booting sistem pada mode GUI menggunakan XDM dan X-Windows. Booting ke runlevel

”3 (biasanya disebut mode console) biasanya digunakan oleh server yang tidak memerlukan GUI.

File inittab mengijinkan menggunakan kunci (Ctrl-Alt-Del), memulai dial ke koneksi internet dll.

Satu dari proses- proses yang dimulai oleh init adalah /sbin/rc. Skrip ini menjalankan sekumpulan skrip pada direktory /etc/rc.d/rc0.d/,

/etc/rc.d/rc1.d, /etc/rc.d/rc2.d dan seterusnya.

Skrip pada direktory tersebut dieksekusi pada setiap boot state dari oeprasi sampai menjadi operasi yang lengkap. S krip mulai dengan S yang merupakan skrip startup sedangkan skrip yang dimulai dengan K menandakan skrip shutdown (kill). Angka yang mengikuti huruf tersebut merupakan urutan eksekusi (terendah ke tertinggi)

Jika Anda menginstall semua daemons (prses bac kground), Linux akan menjalankan semua , menyebabkan mesin lebih lambar. Kita bisa memulai (start) / menghentikan (stop) daemon secara individual dengan mengubah direktory :

/etc/rc.d/init.d (Redhat)

dan diikuti perintah pilihan start, stop, status, restart atau reload, misalnya untuk stop web server :

cd /etc/rc.d/init.d httpd stop

Gunakan perintah ps aux untuk melihat semua proses pada mesin Anda.


Bagi temen-temen kuliah Sejurusan Teknik Informatika khususnya yang kuliah di Universitas Siliwangi yang mengambil mata kuliah Sistem Operasi Disini saya akan memberikan data modulnya dari dasar teorinya dan juga lengkap dengan percobaanya. Silahkan download aja data lengkapnya klik link di bawah ini :Download Modul 9 Linux Booting Proces

0 komentar:

Poskan Komentar